IPLT (Instalasi Pengolahan Limbah Tinja)

Kali ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya ingin sedikit memberikan wacana tentang keberadaaan Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) Keputih dalam usaha mengolah limbah tinja yang berasal dari masyarakat.

IPLT Keputih merupakan salah satu UPTD di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya yang mempunyai tugas mengelola limbah tinja menjadi pupuk kompos dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan khususnya kualitas perairan yang disebabkan oleh pencemaran air.

Harapan Pemerintah Kota Surabaya semoga dengan adanya IPLT Keputih merupakan bentuk kepedulian pelayanan kepada masyarakat dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berwawasan lingkungan.

Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) yang dimiliki Pemerintah Kota Surabaya sejak tahun 1991 merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk menyempurnakan sistem pembuangan limbah tinja. IPLT menggunakan sistem biologi dengan kolam oksidasi yang dilengkapi motor dan mempunyai kapasitas olah maksimum sebesar 400 M3/hari.

Bangunan pengolahan terdiri dari:

  1. Bak Pemisah Lumpur (Solid Separation Chamber/SSC).
  2. Bak Pengumpul Filtrat (Sump Well).
  3. Balancing Tank / Equalization Tank.
  4. Parit Oksidasi (Oxidation Ditch).
  5. Bak Distribusi (Distribution Box).
  6. Bak Pengendap Air (Clarifier).
  7. Bak Pengering Lumpur (Sludge Driving Bed).
  8. Kolam Pengering Lumpur (Drying Area).
  9. Bak Penampung Air Limbah Olah.

Hasil olah IPLT baik air maupun lumpur dapat dikembalikan ke alam dengan aman. Sampai saat ini biro jasa penyedot tinja yang memperoleh ijin pembuangan ke IPLT sebanyak 28 Biro Jasa (Perusahaan).

Tujuan pengolahan limba tinja sendiri adalah untuk mengurangi tingkat pencemaran yang disebabkan oleh limbah tinja, mengingat limbah tinja sangat berbahaya bagi lingkungan khususnya kualitas air.

Manfaat dari pengolahan limbah tinja ini dapat diperoleh dari hasil olahan yang dihasilkan. Lumpur hasil pengolahan, dapat digunakan untuk pembuatan kompos (budidaya pertanian). Selain itu, dapat digunakan untuk meningkatkakan kualitas lingkungan, khusunya kualitas air (perairan).